Minggu, 14 Juni 2015

Cinderella Sandal Jepit | PlayliStory #NulisRandom2015 (Day 14)

Diposting oleh diajengfortuna di 14.6.15 0 komentar


           “Sandal  jepit aja ada pasangannya, masak iya kita kagak ada pasangannya. Manusia itu diciptakan berpasangan-pasangan koq. Jadi lo tenang aja , Bro.”
Kata - kata Aldo kemarin sore itu terus saja menggelayut di benak Renggo. Tumben-tumbenan omongan si kunyuk ada benernya juga.
“Bener juga sih? Sandal jepit yang buluk aja ada pasangannya , masak iya gue yang kece ini gak ada pasangannya? Kalah dong gue sama sandal jepit. “ Batin Renggo sambil memandang mukanya di genangan air sisa hujan semalem.
                Saat tengah asyik memandangi wajahnya yang menurut dirinya sendiri dan emaknya mirip boyband itu, tiba-tiba dari arah samping sebuah sepeda fixie ungu melintas tepat di genangan air yang sedang dipakai Renggo untuk bercermin. Dan byurr secara tidak sopan genangan air itupun muncrat ke arah Renggo.
                “Woeeyyyy, hati-hati dooong! “ Teriak Renggo murka demi melihat baju dan tubuhnya jadi basah dan kotor.
                “Sori sori gue gak sengaja. “ Si pengendara fixie ungu yang ternyata adalah seorang cewe nan unyu - unyu itu pun menoleh sambil cekikikan.
                Tapi mungkin karena terlalu konsen dengan adegan menoleh cekikikannya si cewe gak sadar kalo di depannya ada polisi tidur yang lumayan tinggi. Maka tanpa sempat mengerem itu cewe unyu beserta si fixie ungu ngejungkal dan koprol begitu aja di jalanan.
Renggo yang awalnya emosi tingkat dewa berubah jadi tertawa ngakak sambil guling-gulingan di aspal menyaksikan si cewe gelesotan di aspal. Tuhan emang adil, belum juga Renggo berdoa eh tu cewe udah dapat balesan yang setimpal saat itu juga.
                “Haha rasain lo, haha. “ kata Renggo di sela-sela tawanya.
                Si cewe unyu cuma mesam-mesem antara malu dan gondok. Dan dengan secepat kilat ia menyambar si fixie dan langsung melesat meninggalkan Renggo dalam kesendirian *tsaaahhh. Tapi mungkin karena terburu-buru si cewe sampai gak sadar kalo sebelah sandalnya ketinggalan.
                “Haha dasar cewe stres, haha. Bisa-bisanya gak nyadar kalo sandalnya ketinggalan sebelah, haha. “ Renggo makin ngakak menyadari ketololan si cewe.
                Tapi sedetik kemudian tawa Renggo lenyap. Ia berjalan mendekati sandal itu, memandanginyan dengan takjub lalu mengambilnya dengan hati-hati selayaknya si sandal adalah barang yang sangat berharga. Kembali terngiang kata-kata Aldo kemarin.
“Sandal  jepit aja ada pasangannya, masak iya kita kagak ada pasangannya.  Manusia itu diciptakan berpasangan-pasangan koq. Jadi lo tenang aja , Bro.”
“Ini petunjuk. Ini petunjuk. Yeaahh gue gak akan jomblo lagiii.”
Renggo melompat-lompat kegirangan dan bersumpah dalam hati akan mencari si pemilik pasangan sandal jepit itu.
***
                “ Sobat MagMa percaya kan kalau manusia itu diciptakan berpasang-pasangan? Chelsea sih percaya , karena Tuhan itu Maha Adil, sebelum kita lahir aja yang namanya rejeki dan jodoh kita udah disiapin baik-baik. Nah yang jadi masalah itu kita gatau kapan bakal ketemu sama jodoh yang akan menjadi pasangan kita nanti. Ini dia yang sering bikin kalian pada galau ya, haha. Kalau Chelsea si anggep ini kayak tantangan dari Tuhan aja, sebelum ngedapetin apa yang kita mau kita juga harus berusaha sebaik-baiknya dong. Kayak kalau kita ngarepin jodoh yang baik kita juga harus bisa memperbaiki diri sendiri. Asyiik , kayak kata Afgan – Jodoh Pasti Bertemu , enak banget ini lagu buat nemenin kamu yang lagi mencari si calon pasangan hidupmu. Hehe semoga cepat dipertemukan yaa, Amiin. Nah tapi jangan lupa tetep pantengin 106,2 MagMa FM di PlayliStory : Setipa Lagu Mempunyai Kisahnya Sendiri bareng Chelsea Fortunnisa pastinya.”

Sabtu, 13 Juni 2015

Tunggu Aku di Jakartamu | Playlistory #NulisRandom2015 (Day 13)

Diposting oleh diajengfortuna di 13.6.15 0 komentar


                Andini berjalan keluar gedung dan langsung disambut oleh keluarga dan teman- temannya. Mereka segera mengerubungi Andini untuk memberikan ucapan selamat. Andini kini telah menyandang gelar S.Sos di belakang namanya.  
                Ia menoleh ke sekeliling berharap menemukan sosok Yoga diantara keramaian orang – orang. Tapi sayang Yoga tak juga nampak batang hidungnya. Andini juga tidak tahu kenapa ia jadi begitu mengharapkan kedatangan Yoga. Akhir-akhir ini mereka memang dekat tapi ia juga tidak tahu bagaimana perasaan Yoga padanya. Apakah Yoga juga memiliki perasaan yang sama dengannya atau selama ini ia hanya menganggap Andini sebagai teman saja.
                Andini menggeleng – gelengkan kepalanya. Berusaha menghilangkan bayangan Yoga dari pikirannya. Ia tidak ingin merusak hari bahagianya ini dengan perasaan kecewa ataupun sedih. Namun saat ia akan menuju parkiran mobil sebuah suara gitar menghentikan langkahnya. Andini langsung menoleh. Dan mendapati Yoga muncul sambil mengalunkan sebait lagu kesukaannya.
                “Selamat ya , Din. Maaf telat.” Kata Yoga ketika sampai di hadapan Andini. Tangannya menyodorkan setangkai bunga untuk Andini.
                Andini yang masih terpesona karena tidak menyangka Yoga akan memberikan surprise yang begitu manis untuknya itu menerima bunga dengan tangan sedikit gemetar.
                “Hmm, makasih ya, kirain kamu gak bakal datang.” Sahut Andini dengan perasaan tidak karuan.
                Yoga tersenyum. “Gak mungkinlah aku gak datang. Ini mungkin terakhir kalinya aku bisa ketemu kamu di Jogja kan.”
                Andini tertunduk dan terdiam. Ia memang berencana langsung pulang ke Jakarta besok. Kebetulan perusahaan Om nya membutuhkan karyawan baru dan Andini diminta untuk mengisi posisi tersebut. Ia sebenarnya juga berat meninggalkan Jogja apalagi sekarang ada orang yang ia sayangi di sini.
                “Hey koq diem sih? Udah jangan sedih. Aku bakal susul kamu ke Jakarta deh.”
                Andini mengangkat wajahnya. “Kamu serius?”
                “Ya seriuslah. Aku janji bakal rajin ngerjain skripsiku biar cepet lulus trus bisa nyusul kamu deh. Ya asal kamu janji bakal nungguin aku.”
                 Andini mengangguk kuat-kuat sambil menyodorkan kelingkingnya kepada Yoga, “Iya, aku janji.”
                Yoga tersenyum kemudian menyambut kelingking Andini sebagai tanda mereka telah menorehkan sebuah janji siang itu.
***
                “Menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan di dunia. Setuju, Sobat MagMa? Tapi menunggu apa dulu nih? Kalau nunggu antri di bank ya emang bikin bete. Tapi kalau nunggu sesuatu yang indah? Wahh pasti bakal pada betah ya. Semua hal memang butuh proses, kalau untuk menghasilkan sesuatu yang indah biasanya proses menunggunya juga ga instant. Makanya jangan menyia-nyiakan waktumu hanya untuk menunggu sesuatu yang tidak penting. Tapi jika yang kamu tunggu itu adalah sesuatu yang penting, maka isilah waktu menunggumu itu dengan hal-hal positif. Yang nantinya akan menambah indah jika saat yang kamu tunggu itu akhirnya datang. Nih buat nyemangatin kalian yang lagi berjuang Chelsea bakal puterin satu hits keren dari Sheila On 7 – Tunggu Aku di Jakartamu. Kalian juga harus selalu nunggu kedatangan Chelsea Fortunnisa ya, karena masih banyak kisah keren yang bakal Chelsea bagi tentu saja di PlayliStory : Setiap Lagu Mempunyai Kisahnya Sendiri hanya di 106,2 MagMa FM tentunya.”

Jumat, 12 Juni 2015

So Far Away | PlayliStory #NulisRandom2015 (Day 12)

Diposting oleh diajengfortuna di 12.6.15 0 komentar


                      “Jadi kalian alien atau apa?” Teriak Nerissa hampir gila.
                Mark tak menjawab. Tapi tatapannya seperti memberi kesempatan pada Nick yang ada di sebelahnya untuk bicara.
                “Mark benar, Kak. Kami bukan makhluk bumi sepertimu. Kami berasal dari Quilla, planet di galaksi lain alam ini.” Nick mulai menjelaskan, “Kak Nerissa masih ingat saat pertama kakak menemukanku di taman? Itu saat dimana aku kabur dari Quilla dan tersesat di bumi.”
                Nerissa ternganga. Otaknya masih saja belum bisa mencerna apa yang dikatakan oleh Nick. Memang mereka bertemu waktu itu di taman dan Nick bilang dia tak tahu harus kemana. Karena kasihan Nerissa akhirnya meminta orangtuanya mengangkat Nick sebagai anak mereka. Tapi ia tak pernah menyangka kalau Nick bukan makhluk bumi.
                “Dan kamu, Mark?” Nerissa memalingkan mukanya, menatap dengan bingung pada lelaki yang telah mewarnai hari harinya belakangan ini.
                “Maaf, Nerissa. Aku mendekatimu hanya untuk menyelidiki kalau bocah yang ada di rumahmu ini adalah benar Tuan Muda Nick. Dan ternyata memang benar.” Jelas Mark tanpa menatap Nerissa, “Sesuai perintah Raja Quilla, aku harus segera membawa Tuan Muda pulang agar tidak terjadi kehebohan di bumi.”
                Setelah berkata seperti itu, Mark segera menarik Nick berlari keluar. Nerissa yang menyusulnya dibuat kaget bukan kepalang ketika melihat sebuah kapsul raksasa ada di halaman rumahnya. Di badan kapsul terdapat tulisan Quilla SpaceAirCraft 007.
                “Selamat tinggal, Kak Nerissa. Terimakasih untuk semuanya. Aku pasti akan sangat merindukanmu. Sampaikan salamku untuk Mama dan Papa ya?” Dengan berurai air mata Nick pamit sambil memeluk Nerissa.
                Nerissa masih belum menangis. Ia terlalu shock dengan semua kejadian ini. Matanya berpaling ke arah Mark, “Jadi kalian mau pergi? Lalu bagaimana dengan kita, Mark?”  
                Mark menghampirinya lalu memasukkan dengan paksa sebuah pil hijau ke mulut Nerissa.
                “Ini pil hilang ingatan. Telan saja, setelah itu kamu tidak akan ingat pernah mengenalku dan Nick. Akan gawat kalau orang bumi tahu tentang keberadaan kami dan Quilla.”
                Nerissa ingin menolak tapi terlambat pil itu sudah sampai di kerongkongannya. Ia merasakan kepalanya berat dan pandangannya mulai kabur.
                “Maaf. Aku menyanyangimu.”
                Itu kalimat terakhir yang bisa ditangkap oleh telinga Nerissa. Setelah itu ia merasakan dunianya gelap.
***
                “Kadang kala kita menyadari betapa berharganya seseorang adalah ketika ia sudah pergi. Sudah berada jauh dari kita, sehingga baru terasa betapa sepinya hidup tanpa dia. Apakah ada Sobat MagMa yang merasa demikian? Wah semoga ga ada ya. Nah makanya mumpung masih ada kesempatan, yuk mulai kita perhatikan orang-orang di sekeliling kita. Orang-orang yang sayang dan peduli ama kita. Sebisa mungkin kita juga harus melakukan hal yang sama. Peduli dan menyanyangi mereka. Sebelum mereka nanti pergi atau jauh dari kita. Nah biar lebih syahdu lagi Chelsea bakal puterin satu lagu dari Avenged Sevenfold – So Far Away. Tapi kalian jangan jauh-jauh ya dari Chelsea Fotunnisa, karena PlayliStory : Setiap Lagu Mempunyai Kisahnya Sendiri masih akan terus nemenin kamu tentunya hanya di 106,2 MagMa FM.”

Kamis, 11 Juni 2015

Kudampingi Hijrahmu | PlayliStory #NulisRandom2015 (Day 11)

Diposting oleh diajengfortuna di 11.6.15 0 komentar


                “Assalamu’alaikum, uda sholat?” Sapaku sambil menghampiri Shofi di teras mushola.
                “Eh Kak Ridwan. Akhirnya datang juga.” Jawab Shofi sumringah.
                “Kog salamku ga dijawab?”
                 Pipi Shofi memerah, “Maaf, Kak. Wallaikumsalam Warrahmatullahi Wabarakatu.”
                 Yaa khumaira, si pipi kemerahan. Memang tak salah aku menjuluki Shofi begitu.
                 “Uda sholat?” tanyaku lagi.
               “Uda, Kak. Tapi bacaan doa sehabis sholat dhuhanya aku belum hafal. Tadi masih pakai contekan. Boleh gak ya, Kak?”
                Aku tersenyum. Senang melihat Shofi sudah mulai rajin sholat dhuha. Bukan lagi seperti gadis yang kutemui sebulan lalu di sini. Yang duduk bersandar di pilar mushola sambil asyik mendengarkan musik. Memanfaatkan suasana asri dan nyaman mushola kampus untuk kabur dari mata kuliah yang tidak disukainya.
                “Gapapa, Shof. Yang penting kamu udah niat mau belajar. Allah suka sama orang-orang yang mau memperbaiki diri.”
                “Iya makasih, Kak Ridwan. Bener kata kakak, kalau kita lagi sedih trus sholat perasaan kita jadi tenang ya. Bukannya malah dengerin lagu galau, hehe.”
                Shofi berbicara sambil tertawa kecil. Basuhan air wudhu yang tersisa di rambut dan keningnya membuat wajah Shofi tampak lebih bercahaya.
                “Oh iya, kemarin kamu sms katanya ada yang mau dibicarain. Ada apa?”
                Aku bertanya lagi sambil cepat-cepat melemparkan pandangan ke arah lain. Takut terlalu lama tenggelam mengagumi wajah Shofi.
                “Iya, Kak. Hmmm gini, aku udah mikirin dari kemarin-kemarin. Kayaknya aku pengen belajar pakai hijab deh. Gimana menurut, Kak Ridwan?”
                Subhanallah. Ada bahagia yang meluap-luap di dadaku begitu mendengar kalimat Shofi barusan. Aku semakin yakin tidak keliru menjatuhkan hatiku. Ijinkan hamba mendampingi hijrahnya, Ya Allah.
***
“Ketika sedang jatuh cinta atau suka pada seseorang, kita biasanya jadi suka berubah. Yang biasanya ga pernah mandi jadi rajin mandi, yang biasanya ga pernah dandan jadi mulai belajar dandan, ya gak Sobat MagMa? Pokoknya kita selalu ingin terkesan baik dan selalu tampil oke di depan gebetan. Chelsea sih setuju setuju aja asal perubahan itu mengarah ke hal-hal yang positif ya. Tapi kalau bisa perubahan itu tetap berlanjut ya walaupun misalnya kita udah jadian atau uda ngedapetin hati si gebetan. “
“Tapi lebih baik lagi kalau kita berubah menjadi lebih baik atas kemauan diri sendiri, bukan karena orang lain. Tapi emang kadang gitu ya kalau ga ada pemicunya kita suka males buat berubah, haha. Makanya coba deh temukan  orang yang bisa membuatmu berubah menjadi lebih baik. Tidak harus selalu pasangan kog, bisa juga keluarga atau temen kamu. Nah buat nyemangatin kamu yang lagi pengen berubah jadi lebih baik Chelsea punya satu lagu dari Taylor Swift ft. Ed Sheeran – Everything Has Changed. Tetep pantengin 106,2 MagMa FM ya, bareng Chelsea Fortunnisa di PlayliStory : Setiap Lagu Mempunyai Kisahnya Sendiri.”
 

di sini ada fortune Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea